Pengetahuan tumbuhan obat yang semakin musnah

Indonesia memiliki kekayaan alam yang aptut dibanggakan. Salah satu kekayaan alam tersebut adalah tumbuh-tumbuhan yang dapat berfungsi sebagai obat. Walaupun begitu, kekayaan alam tersebut kini tidak dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Hal ini dikarenakan pengetahuantradisional mengenai tumbuhan obat (medical plant) di berbagai daerah Indonesia kini sudah banyak yang punah. Masyarakat pada masa ini lebih banyak menggunakan obat-obat modern. Hanya sebagian kecil yang masih bertahan memanfaatkan tumbuhan tradisional sebagai obat.

Guru besar antropologi dari Universitas Leiden, Belanda, Prof.Slikkerver, dalam ceramahnya di Erasmus Huis, Jakarta menyayangkan hal itu.”Hal ini patut disayangkan karena banyak dari pengetahuan itu  yang belum sempat didokumentasikan, diteliti, dan dimanfaatkan secara luas,” ujar Slikkerver yang pernah melakukan penelitian tumbuh-tumbuhan obat dan system pengobatan tradisional di berbagai Negara berkembang, termasuk Indonesia.

Punahnya pengetahuan tradisional tentang tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat dan kosmetik ini disebabkan bangsa indonesia sudah puluhan tahun terperangkap dalam system kedokteran dan pengobatan Barat, yang mengandalkan obat-obatan kimia. “Cara-cara pengobatan tradisional tidak lagi dipakai. Tumbuh-tumbuhan obat ini pun tidak lagi ditanam dan untuk selanjutnya dilupakan,” jelas Slikkerver. Berbeda dengan yang terjadi di Eropa. Dalam ceramah yang berjudul Wisdom In The Leiden Tradition : Towards Synergy Of Western Scince And Non-Western Knowledge Of Medical Plant itu, Slikkerver mengungkap pula bahwa meski telah terbentur pada persoalan sulitnya melakukan standardisasi dan pendosisan dalam penggunaan obat-obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, tetapi kecenderungan untuk memanfaatkannya terus meningkat diseluruh dunia. “Di Eropa, pengobatan dengan memakai tumbuh-tumbuhan obat atau system pengobatan homeopati semakin popular,” paparnya.

Slikkerver berada di Indonesia atas undangan yayasan Martha Tilaar, yang didirikan perempuan pengusaha jamu dan kosmetik tradisional Martha Tilaar. Yayasan ini giat mendanai berbagai penelitian mengenai tanaman obat di berbagai daerah di Indonesia.

Begitu pentingnya pengetahuan obat tradisional, tetapi kita masih belum sadar tentang hal itu. Kapan bangsa indonesia ini akan menyadari bahwa hal ini dapat membawa manfaat yang besar bagi kehidupan kita?

(Sumber: kompas,28 november 2000)

    About agung38

    putra bungsu

    Posted on 10 Desember 2010, in kesehatan and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

    1. hem.. bleh nih info n ilmunya… sukses yua…🙂

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: