PENDIDIKAN JURNALIS

OFF –THE-RECORD: Apa Artinya?

Dalam suatu wawancara, ada sumber berita yang memberikan isyarat dengan mengatakan, “permasalahan ini off-the-record”, sebelum menjelaskan masalah yang ditanyakan, atau ditengah-tengah pembicaraan ketika menjawab pertanyaan reporter. Ketika anda mendengar istilah off-the-record, hentikan sejenak wawancara untuk memperoleh kejelasan tentang apa yang dimaksud dengan kata-kata tersebut. Menurut hill and breen (muntazir :222), sekurang-kurangnya ada tiga kemungkinan makna off-the-record jika digunakan pada kesempaatan wawancara untuk menghimpun bahan berita.
1. secara harfiah, istilah off-the-record mengandung arti bahwa sumber berita tidak menghendaki reporter untuk menulis dan mempublikasikan pernyataan-pernyataan yang disampaikan itu.cukup diketahui oleh yang bertanya dan tidak untuk dibaca public secara terbuka.
2. off-the-record juga bisa berarti bahwa sebetulnya reporter dapat menulis dan mempublikasikan pernyataan-pernyataan tersebut jika reporter itu dapat menyandarkannya kepada orang lain. Jadi meskipun suatu pernyataan disampaikan oleh si “A”, misalnya,tetapi dalam Koran tidak disebutkan bahwa hal itu dikutip dari pernyataan si “A”.
3. dari sisi waktu, ada kemungkinan istilah tersebut digunakan secaara kurang tepat oleh sumber berita. Misalnya ketika sumber menyatakan informasi ini off-the-record, sebetulnya informasi itu sudah menjadi bagian dari pengetahuan public. Sebab public sudah lebih dulu mengetahui, sementara reporter melakukan wawancara interpretasi ataupun investigasi.

Selain itu, banyak diantara sumber berita, khususnya para politisi, menggunakan istilah off-the-record sebagai cara permainan kata dengan maksud sebaliknya. Sebab maksud yang sebenarnya adalah justru agar pernyataan-pernyataan yang dikategorikan off-the-record itu dimasukan dalam isi berita. Ia menjadi terkesan sangat penting dan menarik; terkesan membuat pembaca terkejut; atau memberikan kesan seolah-olah tidak ada yang tahu kecuali dirinya dan para reporter yang pada saat itu baru diberi tahu. Karena itu, banyak pula reporter yan tetap saja menulis dan mempublikasikan pernyataan-pernyataan yang oleh sumbernya sendiri dinyatakan sebagai informasi off-the-record.
Usaha pencarian sumber lain oleh reporter yang bermaksud menulis berita tentang sesuatu yang dianggap sebagai informasi off-the-record oleh seorang sumber, dilakukan karena pertimbangan tidak dibenarkan adanya pemaksaan kepada sumber. Sumber beritamemiliki hak dan kebebasannya sendiri untuk memberikan atau tidak memberikan informasi. Termasuk untuk membatasi informasi yang bias dan tidak bias dipublikasikan.karena itu, jika seorang membatasi atau tidak memberikan fakta yang menjadi bahan berita, maka salah satu jalan keluarnya adalah dengan mencari sumber lain yang masih bias memberikan kebebasan kepada reporter untuk memberitakannya. Bukan dengan memaksa satu sumber, atau dengan meminta berulang-ulang yang mungkin dapat memberikan kesan negative tentang dunia pers.

Buku Acuan:
Muntazir, 2011. Himpunan Materi Kuliah Jurnalistik. STKIP Muhammadiyah Pringsewu

About agung38

putra bungsu

Posted on 15 Februari 2011, in Pendidikan and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. artikelnya bagus,Jempol ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: